You are here
Home > Fasilitas Umum > FASILITAS PADA BIDANG TEKNIK DAN SARANA

FASILITAS PADA BIDANG TEKNIK DAN SARANA

FASILITAS PADA BIDANG TEKNIK DAN SARANA

Cetak

1.  Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor

 Gedung Pengujian kendaraan bermotor disebut juga Tempat uji kir adalah tempat untuk melakukan serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.

Pelaksanaan Pengujian kendaraan bermotor di Unit PKB dan pemeriksaan dilakukan oleh Penguji yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah, bagi kendaraan yang memenuhi kelaikan akan disahkan oleh pejabat yang ditunjuk akan diberi tanda uji.

Untuk Kabupaten Blitar telah memiliki dua unit Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor yaitu Gedung Pengujian Unit I yang teletak di Kecamatan Srengat tepatnya di jalan Raya Dandong No 53 Srengat dan Gedung Pengujian Unit II yang terletak di Kecamatan Wlingi.

2. Rambu Lalu Lintas

Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan Jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi Pengguna Jalan.

Rabu      Rambu

 Lokasi Penempatan Rambu

Sumber: Hasil Survey

Kabupaten Blitar memiliki panjang jalan kabupaten sepanjang 4.466 km, dari panjang jalan tersebut baru terpasang 912 rambu lalu lintas. Dari hasil survey perlengkapn jalan yang telah dilakukan tercacat kebutuhan rambu lalu lintas adalah 2618 buah. Tentu hal ini merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk melengkapinya.

3. Guardrail

 Guardrail atau pagar pengaman adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi sebagai pencegah pertama bagi kendaraan bermotor yang tidak dapat dikendalikan lagi agar tidak keluar dari jalur lalu lintas. Kelengkapan tambahan pada pagar pengaman dapat berupa suatu unit konstruksi yang terdiri dari lempengan dan atau batang besi, tiang penyangga dan pengikatnya yang dipasang pada tepi jalan. Berikut adalah contoh pemasangan pagar pengaman jalan di Kabupaten Blitar:

 Lokasi Pemasangan Guardrail Di Kabupaten Blitar

Gurandil     Gurandil1

 

 

Sumber: Hasil Survey

Pagar pengaman biasanya dipasang pada lokasi-lokasi yang mempunyai karakteristik sisi jalan yang kondisi geologinya sangat membahayakan, sisi jalan yang berdampingan dengan bagian jalan lainnya, sisi jalan yang membahayakan karena kondisi geometriknya, atau sisi jalan yang berdekatan dengan bangunan-bangunan lainnya.

 

Secara geologi maupun secara geometrik, ruas jalan di Kabupaten Blitar khususnya di wilayah selatan sangat memerlukan pemasangan pagar pengaman jalan. Kondisi geografis yang terdiri dari perbukitan menyebabkan pada ruas jalan ini terdapat banyak tanjakan, turunan, dan tikungan tajam. Kondisi ini diperparah dengan terdapatnya jurang pada kanan atau kiri jalan.

4.  APILL

Jenis perlengkapan jalan selanjutnya adalah APILL (alat pengendali isyarat lalu lintas) atau yang lebih dikenal dengan lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas adalah suatu alat kendali dengan menggunakan lampu yang terpasang pada persimpangan dengan tujuan untuk mengatur arus lalu lintas. Pengaturan arus lalu lintas pada persimpangan pada dasarnya dimaksudkan agar pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar arus yang ada.

Berdasarkan cakupannya, jenis pengendalian lampu lalu lintas pada persimpangan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu lampu lalu lintas terpisah (isolated traffic signal), lampu lalu lintas terkoordinasi (coordinated trafiic signals), dan lampu lalu lintas jaringan (networking traffic signals). Lampu lalu lintas di Kabupaten Blitar seluruhnya merupakan lampu lalu lintas terpisah dimana dalam perancangannya hanya didasarkan pertimbangan pada suatu tempat persimpangan saja tanpa mempertimbangkan simpang lain yang terdekat.

Berdasarkan cara pengoperasiannya, lampu lalu lintas di Kabupaten Blitar masuk dalam jenis fixed time traffic signals yaitu pengoperasian lampu lalu lintas di mana pengaturan waktunya (setting time) tidak mengalami perubahan (tetap). Berikut adalah gambar lokasi lampu lalu lintas terpasang di Kabupaten Blitar:

APIL

5.        Lampu Kedip

Berbeda dengan lampu lalu lintas yang memiliki tiga aspek warna yaitu merah, kuning, dan hijau, lampu kedip atau warning light hanya memiliki satu aspek warna yaitu kuning saja. Lampu kedip ditempatkan pada lokasi ruas jalan yang rawan terjadinya kecelakaan (misalkan tikungan tajam) atau bisa ditempatkan pada lokasi konflik lalu lintas pada persimpangan yang belum diatur oleh lampu lalu lintas. Hampir seluruh lampu kedip di Kabupaten Blitar belum menggunakan tenaga surya, ke depan penggunaan tenaga surya akan digalakkan untuk mendukung langkah pemerintah dalam melakukan penghematan energy listrik. Berikut adalah contoh penempatan lampu kedip di Kabupaten Blitar:

Lokasi Pemasangan Lampu Kedip di Kabupaten Blitar

Lampu Kedip

 Berdasarkan hasil rekapitulasi data, dari total kebutuhan lampu kedip di ruas jalan kabupaten sebanyak 37 buah, lampu kedip yang sudah terpasang adalah sebanyak 20 buah atau sebesar 54%. Sedangkan lampu kedip yang masih diperlukan adalah sekitar 17 buah atau sebesar 46% dari total kebutuhan lampu kedip.

6.  Delineator

 Delinator dan/atau patok tanda tikungan adalah suatu unit konstruksi yang diberi tanda yang dapat memantulkan cahaya (reflektif) berfungsi sebagai pengarah dan sebagai peringatan bagi pengemudi pada waktu malam hari, bahwa di sisi kiri atau kanan delinator adalah daerah berbahaya. Delinator dapat berupa pipa besi atau pipa plastic yang diberi tanda yang dapat memantulkan cahaya (reflektif).

Delinator dipasang pada bagian sisi kiri dan kanan jalur jalan pada daerah-daerah yang berbahaya. Penempatan delinator dilakukan sedemikian rupa sehingga reflector berwarna merah akan kelihatan pada sebelah kiri dari arah lalu lintas dan yang berwarna putih akan terlihat pada sebelah kanan arah lalu lintas. Delinator ditempatkan sekurang-kurangnya 60 cm dari tepi jalan dimana lokasi dan jarak pengulangannya disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas. Berikut adalah contoh penempatan delinator di Kabupaten Blitar:

 Penempatan Delinator Di Kabupaten Blitar

Delinator

Berdasarkan hasil rekapitulasi data, jumlah delinator terpasang di jalan kabupaten sebanyak 6 buah yang terletak di Desa Dawuhan Kecamatan Kademangan. Untuk jalan nasional terdapat 120 buah delinator terpasang, sedangkan untuk jalan propinsi terdapat 83 buah delinator terpasang. Fungsi delinator dapat digantikan oleh pagar pengaman jalan (guardrail) dimana pada guardrail sudah terpasang reflector yang menyala pada malam hari jika terkena sinar lampu kendaraan.

7.  Cermin Tikungan

 Cermin tikungan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi sebagai alat untuk menambah jarak pandang pengemudi kendaraan bermotor. Cermin tikungan berupa suatu unit konstruksi yang terdiri dari cermin, bingkai cermin, tiang penyangga dan pengikatnya. Cermin tikungan dipasang pada tepi jalan pada lokasi-lokasi dimana pandangan pengemudi kendaraan bermotor sangat terbatas atau terhalang khususnya pada tikungan tajam dan persimpangan jalan. Tinggi tiang cermin dapat disesuaikan dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Berikut adalah contoh gambar cermin tikungan:

Contoh cermin tikungan

Cermin Tikungan

Berdasarkan hasil rekapitulasi data survey kebutuhan cermin tikungan di Kabupaten Blitar adalah 17 buah dan belum terpasang sama sekali. Detail lokasi kebutuhan cermin tikungan dapat dilihat pada lampiran.

8.  Paku Jalan

Paku jalan (road studs) merupakan salah satu pendukung marka jalan selain delinator dan kerucut lalu lintas. Paku jalan masuk dalam golongan marka mekanik dan marka jenis ini ditanam/dipaku ke permukaan jalan melengkapi marka non mekanik.  Paku jalan dapat terbuat dari logam plastic atau keramik. Paku jalan digunakan terutama sebagai tanda garis tengah jalan chevron, karena dapat mengganggu kestabilan pengendara sepeda motor dalam pemasangannya maka paku jalan tidak boleh menonjol 15 milimeter diatas permukaan jalan, apabila dilengkapi dengan reflector maksimal tingginya adalah 40 milimeter diatas permukaan jalan. Paku jalan biasanya digunakan pada marka garis membujur sebagai batas pemisah lajur ataupun sebagai batas kiri dan kanan badan jalan.

 Gambar 14 lokasi pemasangan paku jalan di Kabupaten Blitar

Paku Jalan     Paku Jalan1

Berdasarkan hasil rekapitulasi data survey, kebutuhan paku jalan di ruas jalan kabupaten adalah 790 buah atau sekitar 88% dari total 900 buah kebutuhan paku jalan. Sedangkan untuk jalan propinsi kebutuhan paku jalan adalah sebanyak 110 atau sekitar 12% dari total kebutuhan paku jalan.

 

 

Top